Jakarta,WARTAGLOBAL.id - Pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) diharapkan mampu mengaktualisasikan cita-cita mulia Presiden Prabowo untuk membangun karakter generasi bangsa yang cerdas, kuat, dan bebas dari kemiskinan. Presiden Prabowo telah memberi kepercayaan kepada Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN dan Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala BP TASKIN. Tapi sayangnya, amanah jabatan yang diberikan kepada kedua orang tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik.
Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) menilai Dadan Hindayana dan Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala Badan yang gagal mengakselerasi keinginan Presiden Prabowo dalam pembentukan BGN dan BP TASKIN.
Nyatanya, pasca 100 hari Kinerja Kepala BGN amburadul dalam pelaksanaan MBG. Bahkan saat ini publik mulai pesimis akan program MBG karena pelaksanaannya yang kacau diduga sarat permainan dan diduga praktik rente. Hal tersebut disebabkan karena ketidak becusan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN dalam mengeksekusi program MBG. Adanya permainan pengadaan spesifikasi wadah makanan, keracunan di Sukoharjo, standar gizi belum memadai, dugaan praktik rente atas dominasi produk Mayora dalam menu MBG Ramadhan, pemotongan anggaran dari Rp. 10.000 hingga ke Rp. 8.000, bahkan mungkin masih ada lagi persoalan lain yang ditutupi di lapangan hingga tidak terekspose ke publik. Penjelasan Kepala BGN tentang pemotongan anggaran karena adanya pagu bahan baku yang berbeda dari awal dirasa tidak masuk akal. KPK harus mendalami dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran MBG jangan sampai menjadi Bancakan oknum-oknum berdasi.
"Kepala BGN Dadan Hindayana sudah gagal dalam tugasnya seharusnya Dadan mundur sebelum program MBG makin kacau, itupun bila Dadan masih punya budaya malu daripada membuat masyarakat makin kecewa. KKMP mendukung Program MBG sebagai cita-cita mulia Presiden Prabowo dan amanat Konstitusi memberi makan bergizi gratis untuk rakyat. KKMP dengan tegas mendesak Presiden Prabowo harus segera mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN," tegas Joko Priyoski Presidium KKMP yang juga Ketua Umum DPP KAMAKSI (Kaukus Muda Anti Korupsi).
Tidak hanya Kepala BGN Dadan Hindayana yang dianggap gagal, tapi Budiman Sudjatmiko Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) juga dianggap buruk kinerjanya, bahkan nyaris tidak terdengar.
Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dibentuk Presiden Prabowo bertujuan untuk mengatasi kesulitan yang ada dengan cepat dan menekan angka kemiskinan.
"Sebenarnya adanya pembentukan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) itu bertujuan baik, tapi sayangnya Budiman Sudjatmiko yang ditunjuk sebagai Kepala BP TASKIN tidak pernah terdengar langkah nyata dalam tugasnya. Angka kemiskinan masih tinggi, daya beli masyarakat turun, untuk mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya diberikan bantuan oleh Pemerintah. KKMP menilai Budiman Sudjatmiko hanya pandai beretorika tapi tak ada kerja nyata minim inovasi tidak ada terobosan baru dalam tugasnya sebagai Kepala BP TASKIN. Hanya menghabiskan anggaran Negara tapi tidak terdengar kinerjanya. Apakah pejabat seperti itu layak dipertahankan di dalam Kabinet Merah Putih?," heran Ramadhani Isa Kornas POROS MUDA NU yang juga Presidium KKMP.
KKMP mengatakan, sudah saatnya Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan mencopot Dadan Hindayana dan Budiman Sudjatmiko Kepala Badan yang dinilai Gagal dalam tugasnya. Sikap kritikal kooperatif KKMP dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran dirasa sangat penting dalam rangka mengawal Misi Asta Cita dan mengingatkan para Pejabat agar selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo menuju Bangsa yang berdikari, berdaulat dan tangguh. Jangan ada oknum pejabat yang berkhianat terhadap Asta Cita.
"KKMP mendesak Presiden Prabowo Subianto segera copot Dadan Hindayana dan Budiman Sudjatmiko Kepala Badan "Gagal". Sudah cukup kesempatan yang diberikan oleh Presiden kepada mereka, masih banyak orang di Negeri yang mampu mengabdi dengan baik untuk Merah Putih," pungkas Presidium KKMP.
AR
KALI DIBACA
No comments:
Post a Comment