
Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha mengatakan, peningkatan patroli dilakukan sebagai upaya pencegahan agar titik api yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Patroli dan pemantauan terus kami intensifkan di wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipasi dini,” ujarnya.
Data sebaran menunjukkan titik karhutla berada di Kecamatan Tempilang sebanyak 7 titik, Mentok 19 titik, Jebus 4 titik, Parittiga 6 titik, dan Kelapa 9 titik, sementara Simpang Teritip tidak ditemukan titik api.
Menurut Kapolres, kondisi ini menjadi perhatian serius seiring potensi dampak fenomena El Niño yang dapat meningkatkan suhu dan memperparah kekeringan, sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait juga telah memetakan 113 titik sumber air di wilayah tersebut untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran.
“Pemetaan sumber air ini menjadi bagian penting dalam mempercepat respons apabila terjadi karhutla,” jelasnya.
Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan. Pencegahan menjadi kunci utama,” kata Kapolres.
Polres Bangka Barat memastikan akan terus memperkuat langkah preventif dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna menekan potensi karhutla di wilayah tersebut.(Narasumber Dari Humas polres Bangka Barat)
KALI DIBACA

.jpg)
No comments:
Post a Comment